Unand Menempati Peringkat Kedelapan UI GreenMetric World University Ranking

unand-siap-ujan1

Pemeringkatan UI Greenmeteric World University Ranking telah diumumkan kemarin secara online. Pemeringkatan tersebut bertujuan untuk menilai kepedulian kampus terhadap konservasi air dan perubahan iklim. Aspek penilaian yang menjadi penilaian adalah setting and infrastructureenergy and climate changewastewatertransportation dan education. Untuk tahun 2013, University of Nottingham, Inggris menempati urutan pertama. Urutan 1 sampai 10 rangking dunia direbut oleh perguruan tinggi di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada, seperti Northeastern University, University Bradford, University of Connecticut, University of North Carolina, Chapel Hill dan lain-lainnya.

Perguruan tinggi dari Indonesia cukup banyak yang mengikuti pemeringkatan ini. Universitas Indonesia masuk urutan 30 peringkat dunia dan peringkat satu untuk Indonesia. Kemudian urutan kedua sampai kedelapan ditempati oleh Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Institut Teknologi Bandung, Institut Sepuluh November, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Andalas.

Bagi Unand hasil pemeringkatan ini mungkin yang maksimal dapat dicapai karena masih banyak yang harus dibenahi. Namun hasil pemeringkatan UI GreenMetric World University Rangking ini menambah pengakuan terhadap Unand atas pengelolaan lingkungan yang telah diberikan oleh Menteri Kehutanan RI pada tahun 2012.

Rektor Unand menyatakan bahwa untuk saat ini memang sulit untuk berada di atas peringkat UI, IPB, UNDIP, UNS dan ITS karena perguruan ini mempunyai dukungan akademik dan non akademik yang melebihi Unand. Namun imbuh Rektor “kita tidak harus berhenti sampai di sini, kita harus bekerja keras lagi dan menyediakan energi yang lebih besar agar kampus Unand mempunyai kemampuan daya dukung akademik dan non akademik untuk mendukung program penghematan energi dan mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan dan kelangsungan pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat. Rektor optimis peringkat Unand akan semakin baik dari tahun ke tahun karena Unand memiliki sumberdaya manusia dalam bidang konservasi air dan energi, manajemen pengelolaan air dan sampah yang telah menamatkan studi di Jepang dan Eropa.

Pada kesempatan ini Rektor menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk pembenahan kampus, meningkatkan penghijauan dan pengajaran yang terkait dengan konservasi energi dan pengelolaan air. Ucapan terima kasih yang tulus disampaikan kepada semua tenaga kerja harian, tenaga keamanan dan masyarakat sekitar kampus yang telah memberi dukungan untuk menjadikan Unand lebih baik dari segala aspek.

Humas dan Protokol Unand

Iklan

Pemira KM Unand 2014,Who Will Be The Next Leader?

pemira unand 2014Sebagaimana yang tertulis di dalam Undang-Undang KM UNAND No. 1 Tahun 2012, PEMIRA KM UNAND adalah sarana pemberian hak suara warga negara KM Unand untuk memilih Calon Presiden dan Calon Dewan Legislatif yang terdaftar. Momen yang biasa disebut “pesta demokrasi” untuk seluruh Keluarga Mahasiswa Unand ini diselenggarakan setiap tahunnya. Oleh karena itu, untuk menunjang terselenggaranya kegiatan ini maka dibentuklah sebuah badan yang independent yaitu Badan Pemilihan Umum (BPU) oleh Presiden Mahasiswa dan dibantu oleh Panitia Pemilihan Umum (PPU) yang dibentuk oleh BPU. Adapun jumlah BPU sebanyak 8 orang yang diketuai Wiky Rahmad Putra (Fakultas Peternakan 2011). Sedangkan untuk PPU sendiri berjumlah 162 orang yang terdiri atas Ketua, Wakil, Sekretaris, Bendahara dan 5 bidang pendukung. Selain itu DPM KM Unand juga membentuk Bawaslu yaitu Badan Pengawas Pemilu yang memiliki tugas mengawasi pelaksanaan pemira serta kinerja dari BPU dan PPU sendiri serta menindaklanjuti dan menyelesaikan sengketa yang berhubungan dengan penyelenggaraan Pemira.

Read More

HIMABIO UA : Tarik Minat Pelajar lewat Lomba Film dan Komik

lobi-lkti-vintage

Padang, JRNL – Kali ini adalah pelaksanaan LOBI LKTI HIMABIO FMIPA UNAND yang ke-13, dan tema yang diangkatkan untuk tahun ini adalah KENALI ALAM, TAKLUKKAN DUNIA, PELIHARA BUMI. Pemilihan tema ini berdasarkan semangat Cinta Lingkungan dan Peduli Lingkungan Hidup.

Tahun ini, HIMABIO FMIPA UNAND juga sudah melebarkan bidang lomba ke bidang sinematography untuk menarik minat pelajar SMA dan SMP se-derajat yang merupakan target utama kegiatan ini supaya mereka lebih mengenal tentang Ilmu Biologi dan Kegiatan Pelestarian Alam. Untuk Lomba Film ini HIMABIO FMIPA UNAND membebaskan para pelajar untuk menentukan tema mereka sendiri selama tidak meninggalkan sisi konservasi dan lingkungan hidup. Rencananya setiap film yang masuk akan disaring dan dinilai oleh beberapa profesional sinamtografi dan beberapa pakar dibidang ilmu biologi dan masalah konservasi, dan tak tinggal beberapa orang dosen pengajar di Jurusan Biologi FMIPA UNAND.

Read More

TURUT BERDUKA CITA ATAS MUSIBAH INI…

Bus PO Family Raya terbakar di Jalan Lintas Sumatera km 147, Sijunjung, Sumbar, pada Jumat (31/1) dinihari pukul 01.30 WIB. Bus Familiy Raya bernomor polisi BH 7851 FU jurusan Bangko (Jambi) menuju Padang (Sumbar) dikemudikan oleh Pino (38) dengan jumlah penumpang 36 orang.

Penumpang asal Bangko sebanyak 24 orang dan 12 orang penumpang tambahan dari Bungo. Brigjen Nur Ali, Kapolda Sumatera Barat mengatakan awalnya polisi memperkirakan korban jiwa sebanyak 9 orang namun dari hasil identifikasi hanya orang yang tewas.

“Dari hasil identifikasi ada 11 orang yang terkena luka bakar dan 7 orang meninggal dunia, saat ini kepolisian masih menyelidiki kejadian ini,” ujar Nur Ali kepada pewarta, Jumat (31/1/2014).

Mengenai identifikasi jenazah penumpang Bus Family Raya yang terbakar, Polda Sumbar menurunkan Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) untuk melakukan identifikasi jenazah yang tewas terbakar di Rumah Sakit Umum Sijunjung.

AKBP Syamsi Kabid Humas Polda Sumbar di Padang menjelaskan bahwa data-data dan keterangan sedang dikumpulkan untuk memudahkan jalannya identidikasi jenazah korban terbakarnya Bus Family Raya di Jorong Bukit Talawung, Kabupaten Sijunjung, Sumbar.
AKBP Syamsi menjelaskan bahwa kondisi korban meninggal dunia sulit diidentifikasi petugas karena dalam kondisi terbakar. “Proses identifikasi masih terus dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri korban meninggal dunia penumpang bus tersebut,” ungkapnya.

Menurut Syamsi, Polres Sijunjung telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran bus itu.

“Peristiwa kebakaran tersebut menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Saat ini bus tersebut masih berada di lokasi kejadian, saat ini korban luka-luka masih menjalani perawatan di puskemas yang ada di Kabupaten Sijunjung,” kata AKBP Syamsi.

Dari keterangan saksi sementara, lanjut Syamsi, api berasal dari depan bangku sebelah sopir. Namun saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengembangan.***[ant]