HIMABIO UA : Tarik Minat Pelajar lewat Lomba Film dan Komik

lobi-lkti-vintage

Padang, JRNL – Kali ini adalah pelaksanaan LOBI LKTI HIMABIO FMIPA UNAND yang ke-13, dan tema yang diangkatkan untuk tahun ini adalah KENALI ALAM, TAKLUKKAN DUNIA, PELIHARA BUMI. Pemilihan tema ini berdasarkan semangat Cinta Lingkungan dan Peduli Lingkungan Hidup.

Tahun ini, HIMABIO FMIPA UNAND juga sudah melebarkan bidang lomba ke bidang sinematography untuk menarik minat pelajar SMA dan SMP se-derajat yang merupakan target utama kegiatan ini supaya mereka lebih mengenal tentang Ilmu Biologi dan Kegiatan Pelestarian Alam. Untuk Lomba Film ini HIMABIO FMIPA UNAND membebaskan para pelajar untuk menentukan tema mereka sendiri selama tidak meninggalkan sisi konservasi dan lingkungan hidup. Rencananya setiap film yang masuk akan disaring dan dinilai oleh beberapa profesional sinamtografi dan beberapa pakar dibidang ilmu biologi dan masalah konservasi, dan tak tinggal beberapa orang dosen pengajar di Jurusan Biologi FMIPA UNAND.

Read More

Iklan

TURUT BERDUKA CITA ATAS MUSIBAH INI…

Bus PO Family Raya terbakar di Jalan Lintas Sumatera km 147, Sijunjung, Sumbar, pada Jumat (31/1) dinihari pukul 01.30 WIB. Bus Familiy Raya bernomor polisi BH 7851 FU jurusan Bangko (Jambi) menuju Padang (Sumbar) dikemudikan oleh Pino (38) dengan jumlah penumpang 36 orang.

Penumpang asal Bangko sebanyak 24 orang dan 12 orang penumpang tambahan dari Bungo. Brigjen Nur Ali, Kapolda Sumatera Barat mengatakan awalnya polisi memperkirakan korban jiwa sebanyak 9 orang namun dari hasil identifikasi hanya orang yang tewas.

“Dari hasil identifikasi ada 11 orang yang terkena luka bakar dan 7 orang meninggal dunia, saat ini kepolisian masih menyelidiki kejadian ini,” ujar Nur Ali kepada pewarta, Jumat (31/1/2014).

Mengenai identifikasi jenazah penumpang Bus Family Raya yang terbakar, Polda Sumbar menurunkan Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) untuk melakukan identifikasi jenazah yang tewas terbakar di Rumah Sakit Umum Sijunjung.

AKBP Syamsi Kabid Humas Polda Sumbar di Padang menjelaskan bahwa data-data dan keterangan sedang dikumpulkan untuk memudahkan jalannya identidikasi jenazah korban terbakarnya Bus Family Raya di Jorong Bukit Talawung, Kabupaten Sijunjung, Sumbar.
AKBP Syamsi menjelaskan bahwa kondisi korban meninggal dunia sulit diidentifikasi petugas karena dalam kondisi terbakar. “Proses identifikasi masih terus dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri korban meninggal dunia penumpang bus tersebut,” ungkapnya.

Menurut Syamsi, Polres Sijunjung telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran bus itu.

“Peristiwa kebakaran tersebut menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Saat ini bus tersebut masih berada di lokasi kejadian, saat ini korban luka-luka masih menjalani perawatan di puskemas yang ada di Kabupaten Sijunjung,” kata AKBP Syamsi.

Dari keterangan saksi sementara, lanjut Syamsi, api berasal dari depan bangku sebelah sopir. Namun saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengembangan.***[ant]